PENYESUAIAN
DIRI REMAJA LINGKUNGAN SEKOLAH BARU
Manusia sejak di lahirkan akan berhadapan dengan lingkungan yang
menuntutnya untuk menyesuaikan diri. Penyesuaian diri yang dilakukan manusia di
awali dengan penyesuaian secara fisiologis, yang dikenal dengan adaptasi. Berbagai
masalah yang muncul dalam kehidupan remaja di sekolah hamper selalu berkaitan
dengan penyesuaian diri. Masih banyak siswa di sekolah tidak dapat menyesuaikan
diri baik dengan aturan yang ada di sekolah maupun dengan teman teman
sebayanya.
a. Pengertian dan Proses
Penyesuaian Diri
Penyesuaian dapat
diartikan sebagai berikut :
1. Penyesuaian berarti beradaptasi; dapat mempertahankan
eksistensiya, atau bisa survive dan memperoleh kesejahteraan jasmaniah dan
rohaniah, dan dapat mengadakan relasi yang memuaskan dengan tuntutan sosial.
2. Penyesuaian dapat juga diartikan sebagai konformitas
yang berarti menyesuaikan sesuatu dengan standar atau prinsip.
3. Penyesuaian
dapat diartikan sebagai penguasaan, yaitu memiliki kemampuan untuk membuat
rencana dan mengorganisasi respon-respon sedemikian rupa, sehingga bisa
mengatasi segala macam konflik, kesulitan dan frustasi secara efisien. Individu memiliki kemampuan menghadapi realitas hidup dengan cara yang
adekuat.
4. Penyesuaian dapat diartikan penguasaan dan kematangan
emosional. Kematangan emosional maksudnya ialah secara positif memiliki respon
emosional yang tepat pada setiat situasi.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penyesuaian adalah usaha manusia untuk mencapai keharmonisan pada diri sendiri dan pada
lingkungannya.
Proses Penyesuaian Diri
Penyesuaian diri adalah proses bagaimana individu mencapai keseimbangan
diri daam memenuhi kebutuhan sesuai dengan lingkungannya. Respon penyesuaian,
baik atau buruk secara sederhana dapat dipandang sebagai suatu upaya individu
untuk mereduksi taua menjauhi ketegangan dan untuk memelihara kondisi-kondisi
keseimbangan yang lebih wajar. Dalam proses penyesuaian itu dapat saja muncul
konflik, tekanan, dan frustasi dan individu didorong meneliti berbagai
kemungkinan perilaku untuk membebaskan diri dari ketegangan.
Elemen-elemen umum dan esensial dalam semua situasi frustasi ialah :
motivasi, frustasi, respon yang bervariasi, dan pemecahan untuk mereduksi
masalah, ketegangan dengan beberapa bentuk respon. Motivasi mengambil variasi
bentuk dan setiap bentuk dapat diarahkan kepada rintangan atau frustasi yang
disebabkan oleh beberapa aspek realitas, misalnya : pembatasan orang tua,
hambatan fisik, aturan social, dan semacamnya.
Individu
dikatakan berhasil dalam melakukan penyesuaina diri apabila ia dapat memenuhi
kebutuhannya dengan cara-cara yang wajar atau apabila dapat diterima oleh
lingkungan tanpa merugikan atau mengganggu lingkungannya.
b. Karakteristik Penyesuaian Diri
Mereka yang tergolong mampu melakukan penyesuaian diri secara positif
ditandai hal-hal sebagai berikut :
1. Tidak
menunjukkan adanya ketegangan emosional
2. Tidak
menunjukkan adanya mekanisme-mekanisme psikologis
3. Tidak menunujukkan adanya frustasi pribadi
4. Memiliki pertimbangan rasional dan pengarahan diri
5. Mampu dalam belajar
6. Menghargai pengalaman
7. Bersikap realistik dan objektif
Dalam melakukan penyesuaian diri secara positif,
individu akan melakukan dalam berbagai bentuk, antara lain :
1. Penyesuaian dengan menghadapi masalah secara langsung
Dalam situasi
ini, individu secara langsung menghadapi masalah dengan segala
akibat-akibatnya. Ia melakukan segala tindakan sesuai dengan masalah yang
dihadapinya.
2. Penyesuaian dengan melakukan eksplorasi
Dalam situasi
ini individu mencari bahan pengalaman untuk dapat menghadapi dan memecahkan
masalahnya.
3. Penyesuaian dengan trial and error (coba-coba)
Dalam cara ini, Individu melakukan suatu tindakan
coba-coba dalam arti kalau menguntungkan diteruskan dan kalau gagal tidak diteruskan
4. Penyesuaian dengan substitusi
Jika individu
merasa gagal dalam menghadapi masalah, maka ia dapat memperoleh penyesuaian
dengan jalan mencari pengganti.
5. Penyesuaian diri dengan menggali kemampuan pribadi
Individu mencoba
menggali kemampuan-kemampuan khusus dalam dirinya, dan kemudian dikembangkan
sehingga dapat membantu penyesuaian diri.
6. Penyesuaian diri
dengan belajar
Dengan belajar,
individu akan banyak memperoleh pengetahuan dan ketrampilan yang dapat membantu
menyesuaikan diri.
7.
Penyesuaian diri dengan inhibisi dan control diri
Dalam situasi
ini, individu berusaha memilih tindakan mana yang harus dilakukan, dantindakan
mana yang tidak perlu dilakukan.
8. Penyesuaian diri dengan perencanaan yang cermat
Dalam situasi
ini, tindakan yang dilakukan merupakan keputusan yang diambil berdasarkan
perencanaan cermat.
Faktor - faktor yang
Mempengaruhi Proses Penyesuaian Diri
Secara keseluruhan kepribadian
mempunyai fungsi sebagai penentu primer terhadap penyesuaian diri. Penetu
berarti factor yang mendukung, mempengaruhi, atau menimbulkan efek pada proses
penyesuaian.
Secara sekunder, proses penyesuaian
ditentukan oleh faktor-faktor yang menentukan kepribadian itu sendiri baik
internal maupun eksternal. Penentu-penentu tersebut dikelompokkan sebagai
berikut :
1.
Kondisi
jasmaniah yang meliputi, pembawaan, konstitusi fisik, susunan saraf, kelenjar,
system otot, kesehatan dan sebagainya.
2.
Perkembangan
dan kematangan, terutama kematangan intelektual, sosial, moral, dan emosional
3.
Penentu
psikologis, yang meliputi pengalaman, belajar, pembiasaan, determinasi diri,
frustasi, dan konflik
4.
Kondisi
lingkungan, terutama rumah, keluarga dan sekolah
5.
Penentu
kulutural dan agama
c. Cara
Menyesuaikan Diri di Sekolah
Berikut cara untuk menyesuaikan diri remaja di sekolah, antara lain :
1. Pelajari Situasi
Penting dan perlu kalian perhatikan
pertama yaitu; sebelum masuk sekolah, belajar untuk mengenal lebih dekat
lingkungan sekolah, baik letak geografis sekolah, arah perjalanan dari rumah ke
sekolah, lingkungan sekitar sekolah, dan sebagainya. Anda biasakan untuk mengenal
situasi baru dan beradaptasi di dalamnya.
Anda tidak perlu takut pada situasi yang baru, pastikan Anda aman berada di
lingkungan sekolah tersebut.
2. Berbaik
sangka
Hilangkan segera pikiran kalian bahwa
lingkungan sekolah baru nanti kurang menyenangkan termasuk kekhawatiran tentang
teman-teman yang tidak bersahabat atau guru-guru kurang ramah. Ganti kalimat
tersebut, penuhi otak dengan kalimat-kalimat positif seperti lingkungan sekolah
baru akan sangat menyenangkan, teman-teman mengasyikkan dan guru-gurunya pun
ramah.
3. Sesuaikan keadaan Sekolah
Sebaiknya dari jauh-jauh hari, siapkan
informasi tentang sekolah barunya. Entah peraturan sekolah atau kebiasaan
guru-guru mengajar. Nah, tetapkan keteraturan kegiatan sekolah dengan di rumah.
Misalnya, sesuaikan jadwal bangun dengan jadwal masuk sekolah.
4. Mengetahui Aturan
Segera kalian sadari bahwa memasuki
sekolah baru berarti memasuki tempat yang telah mempunyai aturan. Peraturan sekolah
bisa saja berbeda dengan sekolah sebelumnya. Ikuti dan patuhi peraturan yang
ada
5. Mengikuti PLS (Pengenalan Lingkungan Sekolah)
Mengikuti kegiatan PLS sangat penting bagi
kalian. Pengenalan Lingkungan Sekolah adalah salah
satu masa yang bisa dimanfaatkan untuk mengenal lingkungan sekolah. Pada
kegiatan tersebut akan diperkenalkan siapa saja elemen lingkungannya seperti
kepala sekolah, guru-guru, staf tata usaha, peraturan yang berlaku, kegiatan
formal sekolah yang wajib diikuti dan kegiatan ektrakurikuler yang bisa dipilih
setiap siswa, dan sekaligus momen yang bisa digunakan untuk mengenal teman
baru.
6. Kenali dan hormati guru
Kalian harus kenali dan hormat kepada
guru yang ada. Lalu bagaimana cara beradaptasi dengan guru. Guru adalah orang
tua saat di sekolah sehingga perlakukan layaknya sedang berhadapan dengan orang
tua di rumah. Selain itu, guru adalah individu-individu yang mempunyai karakter
yang berbeda-beda. bertanya pada kakak kelas apa yang tidak disukai oleh
guru-guru di sekolah sehingga bisa diantisipasi lebih dulu. Pada dasarnya
setiap orang senang diperlakukan dengan baik serta dihargai sesuai porsi dan
perannya. Sebagai siswa, membiasakan diri untuk bertutur kata sopan dan
bersikap santun terhadap guru-guru. Hal ini akan membuat guru-guru merasa
dihargai. Jangan ragu untuk menyapa dan memberi salam setiap guru yang
berpapasan.
7. Menghargai sesama
Siapa yang menanam kebaikan maka akan
mendapatkan kebaikan pula, begitu juga siapa yangmenghargai orang lain, maka
akan dihargai pula oleh orang lain. kalimat itu harus kalian ingat dan
terapkan. Selama bisa saling menghargai dan menghormati teman baru maka
tidak perlu takut. Tidak semua orang dapat dengan cepat menerima orang lain.
Dengan memmulai percakapan sederhana yang ringan sehingga dapat mencairkan
suasana, tetapi hindari memaksakan pendapat dan kehendak pada teman baru.
Semakin bisa menghargai teman baru, semakin cepat keakraban terjalin.
8. Menjadi diri sendiri
Berada di lingkungan baru seperti
sekolah baru, kalian memang sebaiknya ramah terhadap teman-teman yang baru
dikenal, namun yang terpenting tetaplah menjadi diri sendiri. Jangan melakukan
sesuatu yang sebetulnya tidak mencerminkan siapa diri sesungguhnya. Hal-hal
yang dilakukan tidak sesuai dengan kepribadian hanya akan membuat diri kurang
nyaman yang bisa saja terbaca oleh teman baru. Menjadi diri sendiri akan
memudahkan berinteraksi lebih natural yang mungkin saja mempermudah teman baru
untuk mengenal lebih dalam.
0 komentar:
Posting Komentar