Pages

Sabtu, 23 Juli 2011

KEPRIBADIAN GANDA

Secara eksplisit, kepribadian ganda adalah pemecahan kepribadian atau biasa disebut dengan alter ego, merupakan suatu keadaan di mana kepribadian individu terpecah sehingga muncul kepribadian yang lain. Dan kepribadian itu biasanya merupakan ekspresi dari kepribadian utama yang muncul karena pribadi utama tidak dapat mewujudkan hal yang ingin dilakukannya.

Dalam bahasa yang lebih sederhana dapat dikatakan bahwa ada satu orang yang memiliki pribadi lebih dari satu atau memiliki dua pribadi sekaligus. Yang menyeramkan terkadang si penderita tidak tau bahwa ia memiliki kepribadian ganda. Dua pribadi yang ada dalam satu tubuh ini juga tidak saling mengenal dan lebih menyeramkan lagi adalah kadang-kadang dua pribadi ini saling bertolak belakang sifatnya. Wewww…

Sebab itulah mari kita introspeksi diri sama-sama, apakah tanpa kita sadari, diri kita berpotensi memiliki kepribadian ganda? Jangan sampai orang-orang yang ada di sekitar kita merasa dirugikan karena kepribadian yang membahayakan ini.

Umumnya, kepribadian ganda terjadi karena disebabkan oleh beberapa faktor penyebab. Yang saya tau adalah disebabkan karena berasal dari keluarga yang *maaf* broken home, mendapat perlakuan kasar di masa kecil (pelecehan seksual, kekerasan fisik, dll).

Seseorang yang memiliki kepribadian ganda, jika dilihat dan diperhatikan, kita tidak bisa langsung menebak apakah seseorang tersebut memiliki kepribadian ganda atau tidak. Sebab penampilannya tampak seperti orang-orang yang normal dan tidak sinting tentunya. Dalam hubungan sosial juga demikian. Tidak ada sama sekali keanehan yang diperlihatkan. Malah biasanya seseorang dengan kepribadian ganda, sangat baik dan ramah sekali terhadap siapa pun lawan bicaranya. Dengan catatan bahwa tetap terjadi hubungan komunikasi yang sehat. Sebab seseorang yang memiliki kepribadian ganda, selalunya ingin menang dalam perdebatan dan tidak peduli dengan siapa Ia berbicara. Pendapat orang yang memiliki kepribadian ganda, selalu merasa bahwa pendapatnyalah yang paling benar dan tidak boleh dibantah. Jika dibantah dan didebat terus-menerus, Ia akan berubah menjadi Srigala atau Macan Tutul yang siap menerkam…wkwkwkkwkk… Kedengarannya memang absurd sekali yaaa

GURU MODEL

Menjadi guru model

Jadikankanlah predikat guru sebagai status bukan sekedar profesi, maka posisikan murid Anda sebagaimana anak Anda sendiri.

GURU…?
G = Gagasan

Guru harus kaya gagasan segar, sanggup mencari berbagai jalan dengan pembelajaran yang menantang dan dinamis.


U = Usaha
Gagasan segar guru harus segera diwujudkan dalam usaha nyata.

R = Rasa
Gagasan segar guru yang diwujudkan dalam usaha nyata harus menjamin rasa aman anak.



U = Utama
Gagasan segar guru yang diwujudkan dalam usaha nyata harus menjamin rasa aman anak dalam menanamkan nilai-nilai akhlak mulia.

Model…?
Model di sini bisa dikatakan sebagai orang yang dicontoh atau diteladani. Dapat juga diartikan dengan orang yang (pekerjaannya) memperagakan, seperti pakaian dll.

Lalu seperti apakah guru model itu…?

Guru model adalah guru yang diteladani, memiliki gagasan segar, yang diwujudkan dalam usaha nyata untuk menjamin rasa aman anak dalam upaya menanamkan nilai-nilai akhlak mulia.
Untuk menjadi guru model, hal-hal yang perlu dimiliki oleh seorang duru adalah:
1. Menarik

Seorang guru harus mampu menggirangkan, menyukakan hati karena indahnya, cantiknya, bagusnya, serta membangkitkan kasih sayang sehingga menyebabkan orang lain dekat dengannya.

2. Memikat
Memikat dalam hal ini berarti menggirangkan, menyukai hati karena indahnya, cantiknya, bagusnya, serta membangkitkan kasih sayang sehingga menyebabkan orang lain lekat dengannya.

3. Mengesankan
Mengesankan berarti menyukai hati karena indahnya, cantiknya, bagusnya, serta membangkitkan kasih sayang sehingga menyebabkan orang lain terkesan dengannya.

CIRI - CIRI GURU MODEL

1. Berkepribadian mantap dan stabil
Yaitu dapat menghargai dan menerapkan ajaran agama serta mentaati peraturan yang berlaku. Mempunyai rasa percaya diri yang tinggi. Bertutur kata, berperilaku santun dan berpenampilan sopan serta mempunyai control emosi yang baik.

2. Berkepribadian dewasa
Dapat menerapkan nilai kejujuran dan keikhlasan serta melaksanakan tugas secara mandiri. Menghargai atasan, teman sejawat, dan kolega serta baginya makna kepuasan adalah membuat orang lain bahagia.

3. Berkepribadian wibawa

Mengemukakan pendapat dan bertindak yang memberikan pengaruh positif terhadap peserta didik sehingga ia pantas untuk dihormati. Tidak melakukan penyimpangan dalam melaksanakan tugas-tugasnya.

4. Kepribadian arif
Bertindak atas dasar kemanfaatan peserta didik, sekolah dan lingkungan sekitarnya. Mampu menempatkan diri secara proporsional serta mau menerima masukan , kritik dan saran untuk perbaikan.

“Jadikanlah awal pembelajaran adalah sesuatu yang dahsyat, yang menggirangkan, yang membuka hati dan pikiran peserta didik. Sahabat guru, bergembiralah…! Jika anda bergembira… murid anda juga akan gembira. Dan itu adalah awal kesuksesan anda.”